Tanda – Tandanya Sakaw Traveling

Sudah selang 7 bulan berlalu dari traveling terakhir saya. Ada 1 x ke Cirebon dan 1 x ke Bandung tapi tidak berasa traveling. Yang pertama over the weekend saja sekalian jenguk teman yang kerja disana. Dan ke Bandung, beberapa saat kemudian, menjenguk si teman yang baru kecelakaan. Jadi, those didn’t feel like traveling in the real sense. Saya juga jadi notice kalau saya akan masuk tahap sakaw. Mungkin kamu juga mengalami?

Sama gak tanda – tandanya seperti dibawah ini?

  • Kepala rasanya mau pecah karena load kerjaan. Aarrghh!!
  • Lebih sering membayangkan mengulang traveling kamu yang berkesan itu. Entah ke Bali, Pulau Komodo, London atau Nepal misalnya.
  • Sering mengkhayal pergi ke destinasi wisata/ menarik yang selama ini sangat ingin kamu kunjungi. Mungkin Raja Ampat untuk diving, explore Tokyo, atau lihat Aurora Borealis di Iceland?
  • Buka halaman majalah traveling, lihat fotonya langsung mupeng banget pengen ke tempat itu.
  • Ga konsen kerja di kantor. Mudah ter-distract dengan artikel – artikel traveling di internet :p
  • Pengennya nonton acara – acara traveling atau yang berbau traveling melulu. Macam acara – acara di Natgeo Travel, My Trip My Adventure, Amazing Race, sama acara jalan – jalan di Metro TV hmm apa itu namanya? Kokoronotomo ya..
  • Galau melihat kalender merah tahun depan.
  • Ngliatin jam mulu, ngitung waktu. Kalau sekarang sedang traveling, ini dari airport Soekarno Hatta sudah sampe mana ya? *Dah Jakarta – Singapura, Singapura – Dubai, Dubai – Amsterdam keles.. wakaka..
  • Makan di restoran Pho Hoa sambil memejamkan mata sesaat. Bayanginnya lagi makan pho panas – panas di Vietnam.
  • Hari Jumat kelar jam kantor, dalam perjalanan pulang atau perjalanan ke tempat hang out, melihat orang dengan ransel ala backpacker. Langsung mikir betapa beruntungnya orang itu mau berangkat traveling. Menebak – nebak didalam hati. Pergi kemana ya tuh orang? Naik gunung, ke kota lain pake mobil travel atau ke bandara ya? Mau ketemu temen – temennya dulu kali, baru berangkat bareng rame – rame ke tujuan. Wah.. senangnya…
  • Bimbang beli atau tidak ketika maskapai penerbangan promo diskon harga miring untuk penerbangan ke destinasi – destinasi tertentu..
  • Tiba – tiba jadi rajin merhatiin kurs Rupiah – Dollar US atau mata uang asing lainnya dan merasa KZL pas nilai tukarnya jadi mahal, dan menyesal karena gak tukernya kemaren – kemaren.
  • Mampir toko baju, misal Uniqlo, nyarinya malah mantel. Nyobain didepan cermin dekat rak atau ruang ganti sambil bayangin maen salju atau ski di negara 4 musim. Kasian…*ngelus dada.. prihatin..
  • Denger satu lagu tertentu jadi sentimentil. Teringat momen – momen traveling bareng temen – temen tahun lalu yang seru itu, ketawa – ketawa dan sempet nyasar! Mau lagi!!
  • Ketika menunggu di halte busway dan sewaktu berdiri menggenggam pegangan di dalam busway, ngebayangin diri lagi di stasiun MRT nunggu MRT datang dan berdiri desak-desakan di dalam MRT. . Ternyata masih di Jakarta 😦  Pfff….
  • Naik bajaj, pura – puranya naik tuk – tuk.. *menghibur diri..
  • Denger temen baru pulang traveling langsung iri. Dikasih oleh – oleh suvenir khas daerah/negara itu tetep aja. Tetep aja hati panas. Membara ingin pergi  dan tak kembali..
  • Dengki hati melihat foto traveling temen di Facebook/Path/Instagram. Hatimu panas, pikiranmu: “anjrit jalan – jalan mulu nih orang. Awas ya, gw juga bisa. Tunggu foto yg bakalan gw upload.” Ha ha… wih dah parah nih level kudu liburanmu..

Cus, liburan gih supaya cepet sembuh sakawnya. Supaya konsen dan hepi lagi ya hari – hari mu! Amin.. Daag!!

 

 

Advertisements
Posted in Traveling | Tagged , , , , , | Leave a comment

TIDAK LOLOS INTERVIEW

Menjadi seorang Recruiter, kadang saya mendapat pertanyaan tentang tips supaya lolos interview. Well, tiap company punya kriteria dan’selera’ yang berbeda-beda akan kandidat. Bisa perform di perusahaan X, belum tentu stand out di perusahaan Y. Misal kamu bagus sebagai HR di perusahaan MNC besar. Tapi kalau di put di perusahaan baru/start up/ local belum tentu sukses.  Walau begitu yang penting do your best dan kamu ok di hal – hal dasar sehingga tinggal masalah technical dan chemisty saja

Berikut tips terkait 😉

 

Tidak mendengar kabar setelah diinterview?

Don’t worry. You are not the only one.  Beberapa merasa kesal, setelah diinterview dan tidak pernah tahu lolos atau tidak. Pun kalau tidak lolos tidak mendapat feedback gagal dikarena apa.

Mungkin hal – hal berikut bisa menjadi pencerahan.

Introspeksi.

Mungkin memang kamu yang gagal.

Gagal menjawab pertanyaan

Ada pertanyaan yang dijawab dengan mmm, atau berpikir agak lama? Nah..kemungkinan besar itu.. #sekarangkamutahu.

Tidak? Mungkin jawabannya diterima tapi cara menjawab kamu, terkesan palsu, atau kurang ramah, atau ekspresi muka kamu yang tidak meyakinkan. Sudah pernah melakukan role play interview di depan cermin atau direkam dengan temanmu via skype? Nah, tidak ada salahnya mencoba latihan dan improve kekuranganmu.

Ya, bahkan kamu si perfeksionis pun bisa gak ok. Baru tahu, ternyata kamu sucks ketika diinterview? Kamu tidak sendiri. Banyak orang yang good at work tapi tidak pandai menjelaskan ketika diinterview. There’s a pressure about it. Yeah..dichallenge bos atau direktur sudah biasa tapi this is different. Maybe you want it so bad that it turned out to be bad too.  Karena itu latihan dibutuhkan.

Lho.. gak natural dong. Berarti bohong? Tidak, bukan begitu. Ingat, atlet sukses dan memenangkan medali karena latihan terus menerus. Practise makes perfect.

Your body will react as it used to act. Refleks pesilat ketika diserang? Itu gerakan yang biasa dilatih. Nah, response atas jawaban pun bisa dilatih. Asal jawabannya memang purely jawaban kamu yang genuine. Bukan berbohong dan bukan experience orang lain. Dengan begitu kamu akan lebih lancar ketika menjawab dan terkesan meyakinkan.

However, ketika menjadi karyawan baru mereka, tunjukkan performance terbaik kamu. Dan action adalah hal yang berbeda dibanding ucapan. Don’t let them think you were boasting.

Kesempatan di Interview tidak datang setiap saat. So, practise, be yourself, say a prayer, do your best. Hopefully you pass the process – believe me, it consists of more than one interview session – and good luck!

 

Atau

First impression yang jelek

Tidak senyum pada OB atau karyawan perusahaan tersebut yang papasan? Tidak bersikap ramah pada receptionist di depan?  Bisa jadi. Tahukah kamu jika ada beberapa perusahaan yang menscreen kandidat sejak dia menjejakkan kaki di kantor perusahaan tersebut. Artinya, HR akan menanyakan impresi tentang kamu dari orang – orang tersebut. Ya.. macam 360 degrees evaluation ketika Performance evaluation itu.  Bisanya terkait dengan apakah kandidat dianggap cocok dengan culture di atau cocok dengan image perusahaan tersebut.

 

Pakaian

Well, kadang kandidat juga dinilai dari appearance.

Interview kok menggunakan sepatu sandal atau spatu olahraga, kemeja dikeluarkan .. c’mon.. Kalaupun perusahaan yang dilamar pun adalah perusahaan sepatu olahraga, kamu tetap harus lihat situasi. Bertindak konservatif dulu sajalah. Untuk beberapa company, mereka tidak masalah. Saran, main aman saja dulu.

Interview, bajunya terlalu kebuka. Kalaupun memang itu yang biasa kamu pakai, kali ini konservatif dululah. Lihat dress code di perusahaan tersebut seperti apa.  Jangan sampai kamu dinilai sukses dicompany sekarang karena berani berbaju seksi dan tidak akan sukses kalau berbaju konvensional.  Don’t ruin your opportunity because of this silly matter.

 

Telat

Actually, it depends. Kalau memang alasan kamu masuk akal, harusnya tidak masalah kecuali jadwal interviewer (user atau HR Recruitment) sangat padat. Kalau tidak masuk akal, apalagi tidak profesional: tidak memberitahu akan telat, misal karena kena macet, ya siap – siap saja dicoret.

 

Salary

Gaji kamu sudah kemahalan. Daripada wasting time, mereka akan keep profil kamu untuk posisi yang lowong dimasa datang. Hanya saja mereka lupa mengupdate karena mesti mencari pengganti kamu. Atau ternyata profil kamu masih dikeep view dengan alasan jika tidak dapat kandidat yang lebih sesuai – requirement dan gaji tentunya – kamu akan diproses.

 

So, semoga kamu tercerahkan setelah membaca artikel diatas dan siap ‘tempur’ lagi. Semangat! Gagal, perbaiki, terus sampai berhasil.  Wish you all the best untuk future interviewnya ya!

Regards,

Posted in Karir, Recruitment, Uncategorized | Tagged , , | Leave a comment

URA/ Singapore City Gallery

Salah satu tempat menarik di Singapura adalah  Urban Redevelopment Authority (URA)/ Singapore City Gallery. Letaknya di Chinatown, dibelakang Maxwell Food Centre, di seberang The Red Dot Museum: 45 Maxwell road.

Disini kita bisa mengetahui Singapura dulunya seperti apa dan dimasa depan akan seperti apa.

Pecinta urban planning, arsitektur, city landscape, museum & galeri pasti akan menyukai tempat ini!

Bukan, ini bukan museum sejarah Singapura, tapi galeri kota Singapura. Deretan gambar, foto, layar elektronik serta maket yang menyajikan visualisasi Singapura di masa lalu, pembangunan di masa kini dan kemungkinan di masa depan.  Terdapat dua maket, Singapura masa kini dan Singapura masa yang akan datang.

Bagi yang baru pertama berkunjung mungkin agak bingung. Ya, URA Centre ini semacam gedung perkantoran yang nama gedungnya menyandang nama tenant utama.

Saya begitu excited disini. Belum pernah saya menemukan bahwa pembangunan kota bisa didokumentasikan dan dipresentasikan dengan cara semenarik ini sebelumnya.

Terdapat quotes mengenai pembangunan/development, games interaktif terkait urban planning yang membuat kita mendapat pengetahuan dan sudut pandang baru.

p1050492

p1050494

Tahapan pembangunan di area Marina Bay:

                                                                Maket Singapura:

Interesting quotes for us to think about:

P1050511.JPG

Visi untuk kota Singapura:

Future Singapura:

p1050527

p1050532 p1050533

p1050537 p1050538

Yang menarik dari Singapura adalah karena mereka tidak leluasa dengan penggunaan lahan, mereka menjadi kreatif dan berpikir keras untuk mengoptimumkan lahan yang sudah digunakan (used land) sebaik mungkin tanpa menyentuh lahan yang belum digunakan/ masih hijau.

20160118_113745 20160118_113034

20160118_120248 20160118_121031

20160118_121154 20160118_121215

Bahkan ada gamesnya, semacam Sim city. Cara yang fun untuk mengajak orang tertarik bahkan peduli terhadap perencanaan pembangunan kota! Angkat topi!

p1050584 p1050580

p1050578 p1050582

Benar – benar tidak rugi mampir ke tempat ini. walau gratisan tapi benar – benar ditata dengan menarik dan world class. Enjoy your visit!

Untuk mengetahui lebih banyak, cek  www.ura.gov.sg

 

Posted in Architecture, Singapore, travel, Uncategorized | Tagged , , | Leave a comment

Watch “Perfect – One Direction – GAC & KHS Cover” on YouTube

Those who already view my previous publication and did not understand the song because of the language, don’t worry. Now it’s your chance to check GAC, singing in English, forming a colaboration with a famous youtube star from US: Kurt Schneider. Check the video below!

Posted in good music, Indonesia | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Watch “Gamaliel Audrey Cantika – Cinta” on YouTube

While i am working on some articles to be published here in near future, i am glad to share with you my – non article – favorites. One of them is the song that i currently enjoy: song from GAC called Cinta. Love the music, love the video, give it a check! Click the video below, enjoy!

Posted in good music, Indonesia | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Singapura Untuk Semua Tipe Traveler

Singapore is underrated for experienced travelers. Setidaknya itu yang saya tangkap dari beberapa traveller berpengalaman. Semakin sering traveling, semakin banyak negara yang dikunjungi, kok ya tau tau jalannya ke Singapura. Tapi lain bagi traveller pemula. Singapura adalah salah satu negara yang menjadi langkah pertama sebelum beranjak ke negara – negara yang lebih jauh dan lebih asing (tidak berbahasa Inggris dan/atau budaya yang tidak familiar).

Bagi saya pilihan ke Singapura di Januari 2016 ini sesederhana bahwa sudah lama tidak traveling dan tiket pesawat ke sana yang paling terjangkau dari beberapa pilihan termasuk destinasi dalam negeri. Ditambah dari perhitungan kasar, tidak terlalu mahal pengeluarannya:  Rp. 3.2 juta diluar tiket pesawat + bagasi pulang dan penginapan 5 malam senilai Rp. 2.35 juta dan belanja.  Jika ini bukan saya, mungkin bisa lebih murah lagi karena makan lebih sedikit dan ga jajan haha.. Solanya saya paling demen mampir convenience store/ warung/ supermarket di kota baru atau negara yang saya kunjungi untuk melihat makanan dan produk sehari – hari yang penduduk lokal konsumsi apaan dan beli cemilan – cemilan pabrik itu. Apalagi kalau tidak ada di kota asal. Oh ya, kalau bukan ide dadakan, tiket pesawat bisa kok dibeli jauh – jauh hari dengan harga promo.

Dari draft expenses dan realisasi tidak beda jauh. Apalagi karena sudah lama tidak traveling (6 bulan) ,  bahkan di dalam negeri, so saya membujetkan tidak terlalu ketat tapi juga tidak terlalu loose/ berlebihan keluar duitnya.

20160117_131009

Kuil Jepang di Chinatown, Singapura: Budha Tooth Relic Temple

Ethnic Heritage Centers

Chinatown

What to see? Ada Budha’s tooth relic temple yang bergaya jepang.  Shalat Zuhur di Mesjid Jamae (Chulia), mampir di China Heritage Center, lunch di Maxwell Food Center terus mampir URA/ Singapore City Gallery yang gratis untuk mengetahui perkembangan lanskap Singapura dari masa ke masa. Nah, dekat situ ada Red Dot Gallery. Gedung bercat merah ini mengenakan $ 15 untuk entrance fee.  Lanjutkan dengan menyusuri Ann Siang road dan Ann Siang Hill Park. Jalan ke arah Methodist Church, tapi masuk gedung seperti pasar di seblah kanan: Amoy Street Food Centre yang terdiri dari 2 lantai.  Makan siang episode 2 lah disitu. Lanjut lagi ke arah MRT Telok Ayer, berhenti di Siang Cho Keong temple, masuk untuk liat – liat dan foto – foto. Terus brenti di Amoy street Park. Taman kecil yang nyaman. Duduk – duduk sejenak sebelum masuk ke Nagore Dargah Indian Muslim Heritage Center. Next stop: Mesjid Al Abrar. Bedanya dengan Mesjid Jamae, yang ini crowdnya lebih ke Melayu dibanding India/ Asia Selatan. Persis sebelum MRT, disebelah kiri ada Robot cafe. Sayang waktu lewat sedang tutup. You should check when you are nearby the area and let me know how it is.

P1050516

Maket area Marina Bay, Singapura di URA, City Gallery

20160118_134120

Nyobain masakan Costa Rica halal di Amoy Street Food Centre

Little India

Mulailah dengan mampir Indian Heritage Center yang buka jam 10 pagi, lanjut explore daerah tsb, ada 3 mesjid dengan keunikan masing – masing; Mesjid Abdul Ghafoor, Mesjid Fatmah dan Mesjid Anguila. Perhatikan perauran ditiap mesjid, karena ada yang bisa di kunjungi untuk turis lihat – lihat, dan ada yang tidak seperti Mesjid Anguila. Dua yang pertama sangatlah menarik arsitekturnya, exteriornya yang  berwarna menarik. Mesjid yang terakhir ada di seberang Mustafa Center. Menurut seorang kawan, memotret Little India saat golden hour dipagi hari akan menghasilkan foto – foto dengan warna yang menarik. Hmm.. bangun pagi? du..du..du..

 

Dari Taman ke Taman

Saya menyukai taman kota, maklum pecinta alam tapi alam perkotaan 😉 Maka selama di Singapura mainnya dari taman ke taman: Jalan kaki Labrador Park – Henderson Wave – Mount Faber hosh..hosh.. cape juga..

P1050197

Labrador Park, semacam rawa – rawa. Menarik!

20160116_115853

Henderson Wave di siang hari

P1050247

Feels like Hong Kong..

Jalan – jalan malam di Taman Ris park. Enak banget taman komunitas ini. Ada kolam besar semacam danau buatan ditengah – tengahnya. Ada restoran di pinggiran serta tempat untuk memancing ikan.

Garden By The Bay

20160117_153559

Garden By The Bay

Dari rencana  total 2.5 jam di Dome, keliling taman 1 jam dan nongkrong di Marina Barrage ½ jam jadi total 7 jam – termasuk maghrib dan dinner di Texas Fried Chicken.

Tak cukup sehari mengunjungi Garden by The Bay sekali di waktu malam, saya pun janjian dengan teman untuk explore GBTB hari Minggu dari jam 3.30 sore. Karena PR, dia dapat harga Sin$ 20. Saya, tidak mau kalah, juga Sin $ 20. Caranya? Beli di lt3 #58 Fil Air Travel, Lucky Plaza, Orchard road. Dari $28 menjadi 22. Ternyata saya siang itu dapat seharga $20. Syukurlah..

Dimulai dengan Dome Cloud Forest. Dome ini mengimitasi suasana di hutan hujan dengan ketinggian tertentu. Begitu masuk, kita disambut oleh air terjun! (buatan. Tapi ngehits, karena banyak pengunjung yang berfoto sebagai latar depannya). Tak lama baru kita menyadari kalau tubuh diselimuti oleh suhu dingin, kabut dan embun seakan  – akan di pegunungan. Naik ke puncak “gunung” sebelum turun melalui semacam sky walk yang mengitari “ gunung” tersebut. Ditengah – tengah, ada galeri stalaktit & stalakmit. Semoga bukan dari negara kita ya stalaktit & stalakmitnya.

20160117_160153

“Gunung” di Dome Cloud Forest

Lanjut ke dome sebelah, Flower dome. Mulanya saya males masuk. Ngapain juga ngliat bunga doang. Ternyata, bagus juga.

Kelar dinner dan magrib, nonton light shows di area Supertrees. Bagus!

20160117_184736

Sinar yang berganti – ganti warna dan pola pada Supertrees

Kemudian kami jalan kaki menuju Marina Barrage, semacam tempat pengolahan air bendungan yang di atasnya merupakan lapangan rumput. Di siang hari orang – orang biasa bercengkerama, piknik, duduk – duduk,  main layangan. Nah di malam hari ternyata tidak ada lampu, tapi cukup banyak pengunjung juga. Beberapa anak muda berkumpul, semacam mapras/ospek. Ada yang duduk – duduk, keluarga yang piknik gelap – gelapan, ada yang bawa anjingnya hang out sambil memandang Marina Bay – Esplanade – Singapore Flyer.

20160117_210157

View dari Marina Barrage di malam hari

Area Marina dan Area Quay

Dua area ini cantik sekali di malam hari.

Dari MRT One Raffless, kami shalat magrib di mesjid underground. Tepat di bawah One Raffles, namanya Moulana Mohammed Ali Mosque. Kemudian kami menyusuri Clarke Quat dan Boat Quay sambil berhenti beberapa kali; memotret suasana, membeli eskrim 1 dollar (yg sekarang menjadi 1.5 dollar), duduk – duduk di pinggiran sungai mengamati suasana keramaian, boat yang lalu lalang di sungai serta pemandangan ketapel terbang – G Max Reverse Bungy. Robertson Quay tidak jadi disusuri karena lebih banyak gedung apartemen dan hotel.

Melalui sisi sungai yang berbeda dan inilah Asian Civilisation Museum di malam hari: ramai oleh crowd muda yang kongkow – kongkow cafe.  Dinner kali ini di Lau Pau Sat Food centre. Dari makan di dalam, lanjut ngemil murtabak di luar di sebrang jejeran sate yang muahal le rek!  Walau bagaimanapun, tampaknya Sate – sate ini adalah primadona di Lau Pau Sat. Kios Sate dari ujung ke ujung dan sepertinya menu wajib bagi turis atau orang lokal yang doyan – makan sate sambil minum bir. Hmm

Dari MRT Harbourfront, saya naik ke atas tanah: Marina Baysands. Tapi, bagaimana menyebrang ke area Garden B y The Bay (GBTB)? Rupanya, keluar MRT tinggal belok kanan, ketemu Lift di sisi kanan, naik ke lantai 6 (kalo gak salah) dan masuk ke gedung Hotel yang tembus ke jembatan ke area GBTB. Arah sebaliknya, keluar lift tapi ke kanan akan membawa kita ke The Shoppes. Turun akan ke mallnya tapi kita juga bisa duduk  – duduk menikmati pemandangan krlap kerlip gedung – gedung di seberang. Turun ke bawa dari sisi berbeda sampai di mulut jembatan The Helix. Ke kanan ada gedung Art Science Museum dan Louis Vuitton pavillion yang mengambang diluar The Shoppes. Duh, ngebayangin siang – siang duduk – duduk disini sambil foto – foto seru juga.

20160113_201425

View dari The Shoppes dengan gedung Art Science Museum yang berbentuk Lotus di sisi kiri

 

 

Pusat Perbelanjaan

Tujuan ke sini kan refreshing ya bukan belanja. Tapi, begitu melihat ada barang yang harganya lebih murah daripada di Indonesia, atau belum masuk, jadi kepengen beli. Sadar..sadar..

Saya mampir Mustafa center secara menurut saya ini adalah Supermarket yang super!

Bugis, cari titipan (sering kali cari titipan orang itu makan waktu banyak karena barang tidak ada dan mesti ke cabang yang beda lokasi dan jauh, atau mesti komparasi harga jika bujet penitip terbatas tapi maunya barang itu. Hadeuh..). Coklat yg dicari tidak ada di Cold storage dan habis di tempat yang dimaksud. Ternyata didepan Money Changer ada toko coklat yang koleksinya cukup lengkap dan stoknya cukup banyak untuk si Aftereight. Pegawainya dua orang melayu. Titipan done!

Nah, kalau oleh – oleh macam suvenir magnet, gantungan kunci dll ada di sini. Harga lumayan lah. Tapi barang sejenis bisa didapatkan dengan harga lebih murah di Chinatown. Sayang sewaktu mengunjungi Chinatown sudah beli dulu di Bugis.

 

Shalat Jumat di Malaysia

P1050182

Mesjid Sultan Abu Bakar yang cantik dan antik

Iyalah. Shalat Jumat doang di negara lain. Belagu ya haha. Sebenarnya mau explore Johor Bahru juga. Apa daya tidak menemukan tempat – tempat menarik di internet. Ditambah semesta sepertinya tidak mendukungku. Dari gedung imigrasi Johor Bahru, saya mencari informasi ke downtownnya naik apa saja makan waktu. Saya di sarankan naik taxi. “Jangan yang kijang biru, RM 30. Kalau yang sedan merah RM 6 sahaja” . Demi apa seorang traveler yang biasa backpacking akan ambil taxi ke pusat kota?  Cih.. saya pun bersikukuh mencari bis yang lewat Teluk Dangau tempat mesjid Sultan Abu Bakar tujuan saya akan shalat Jumat berada.  Jelas – jelas tulisannya Teluk Dangau / Danga Bay, tapi para supir bis bilang tidak. No..no..  Bijimane coba?  Akhirnya ada 1 supir yang bilang, iya lewat. Dia pegang tiket, tapi dompet saya tidak ada! Saya bilang i need to find my wallet, dia misuh – misuh gak jelas. Turun bis, di tempat duduk terakhir gak ada, di tempat duduk pertama di ujung area duduk juga gak ada. Damn.. buka tas rogoh – rogoh berkali – kali, akhirnya ketemu! Pas naik lagi, si supir bilang no! dengan muka jutek.  Saya bilang “you are very rude”. Heran.. akhirnya terpaksa naik taxi. Taxi merah pun yang ke-3 baru bersedia membawa saya ke mesjid Abdul xxx. Awalnya dia tembak harga RM 10 saya bilang argo..meter. baru argo dipasang dengan muka bete. Sampai di mesjid dgn fare RM 8, syukur masih sempat ikut Jumatan. Oh ya taxi ke 2, tidak mau angkut saya. Saya tanya “ you can’t take me or you don’t want to take me? Saya desak baru dia jawab “ i don’t want”.  KZL..  ternyata jarak ke mesjid dianggap dekat (padahal 10 menitan kok) dan daerahnya sepi. Persis di tepi jalan raya yang tidak ada gedung – gedung ramai di kiri – kanan serta di sebrang pantai dengan pemandangan Singapura dikejauhan.

Mau lanjut ke arah downtown yang entah dimana, tapi bus – bus tidak ada yang lewat kearah sana dan hujan.. Naiklah bis ke arah imigrasi untuk kembali ke Singapura.. daag..daag.. Malaysia.

Yang lucu adalah beberapa kali saya tanya orang di JB tapi mereka tidak bisa sebut tempat yang menarik di Johor Bahru. Oh God.. Lunchnya pun saya di Subway (halal kok )bukan nasi lemak..halah.. Oh ya dari MRT Kranji, naik bus warna kuning: CW1 tujuan Johor Bahru, bayar Sing $ 1. Sebaliknya RM 1.5.

P1050190

Bus pp dua negara Sngapura – Malaysia dalam sehari

Diatas adalah sebagian dari aktivitas saya di liburan singkat Januari lalu di Singapura.

Solo trip dan menginap di dormitory sebuah hostel, bergaul dengan orang – orang dari berbagai negara, menikmati suasana yang berbeda sebagai refreshing kegiatan sehari – hari. Bagaimana dengan kamu?

 

Posted in Singapore, travel | Tagged , , , , , , , , , , , | 2 Comments

Don’t You Cry

Traveling, traveling, traveling.

Exciting isn’t it? It’s always be!

Tapi, ada hal – hal kecil yang bisa membuat traveling kita kurang sempurna atau bahkan gagal. Artikel ini berfungsi sebagai pengingat untuk antisipasi jangan sampai lupa, serta apa hal – hal yang berpotensi membatalkan / merusak trip kita dan tips kecil yang mungkin membantu. Semoga bermanfaat! 🙂

Sewaktu Berangkat

Do

Bawa Powerbank / Batere Tambahan.  Namanya traveling, pastinya gak luput dari mengabadikan momen – momen/pemandangan melalui kamera/HP/tablet. Nah.. yang ada karena asik motret ditambah sesekali update social media, browsing informasi wisata setempat dan lihat peta ditambah blank spot, ngedrop deh batere hp. Ngehenya lagi kalau batere kamera juga ngedrop mana gak ada powerbank serta tidak memungkinkan untuk mencharge padahal pemandangan bagus untuk difoto bertebaran untuk diabadikan.. aargh…

Mengatur bawaan. Bawaan kan macam – macam ya, bagi per kategori. Misal; untuk Obat & P3k, toileteries, charger- charger & earphone, buku catatan & pulpen, refresher macam tissue/ handuk – roll on/parfum Nah taruh di kompartemen – kompartemen yang ada di dalam tas/koper lo. Atau, kalau tidak banyak bagian – bagian/ ruang seperti itu, bisa taruh di wadah seperti kantung jaring – jaring, kantung kecil atau bahkan plastik kresek. Seriusan!

Don’t

Salah tanggal. You mix up your friends’ birthdays. One is 16 Sept while the other is 13 Oct. Okay that’s still understandable. But to mix up your date of flight? You will cry..

Salah jam/ waktu keberangkatan. Jangan tertukar  antara 8 pagi dengan 8 malam. Atau yang paling membuat ragu – ragu, penerbangan dinihari. Misal: Tanggal 6 Oktober jam 12.15 am Hah.. ada ya jam segitu? Gak salah? Salah kali sistemnya. Bukannya kalau dini hari gitu jadinya 00.15? Mestinya 12.15 pm kali ya.. penerbangan pas lunch. Mosok ada jam terbang dini hari banget? Don’t worry my friend. Ada. Di CGK ada Philippines Airlines dan Cebu Pacific ke Manila serta penerbangan ke Jepang. Dan ada yang salah baca berakibat ketinggalan pesawat 12 jam yang lalu…

Ketinggalan dokumen. Elo di pintu masuk X- ray: “maaak!! Tiket pesawat ketinggalan!!” Hush..Tenang.. tenang. Coba cari fotokopi tiket dan itinerari. Atau cek  e-mail tiket dan itinerary di HP dari airline itu? Elo: “Gak fotokopi… dan E-mail di hp sudah dihapus..”  Glek. Gak bisa masuk. Silahkan mewek…

Di konter check in & bagasi: tiket ok.. good.. paspor.. halo.. dimanakah kamu paspor?  Ketinggalan??!!  Jleb…can not fly.. jleb..jleb..jleb..

Salah terminal. Bayangkan lo lagi di Cengkareng: Terminal 2D, karena ada perubahan, menjadi 2E tapi di layar pemberitahuan tidak terupdate. Itu mending. Kalau Terminalnya ternyata terminal 1? Atau misalnya lo sedang di bandara Swarnabhumi  Bangkok or Dubai mau balik ke Indonesia. Gempor gempor dah lu lari – lari sepanjang bandara yang panjang bener itu gegara salah terminal. Telat berangkat, terus tidak monitor apakah ada perubahan atau tidak di monitor dan tidak mau tanya petugas bandara. Dengan nada suara sangsi: Beneran lo traveler sejati?

Makanya jangan telat berangkat. Packing dan siap – siap beberapa jam sebelumnya. Kalau perlu malam sebelumnya. Dan sudah tiba di bandara 2-3 jam sebelum jam keberangkatan untuk antisipasi macet di jalan/antrian panjang di bandara/ada kejadian tertentu diluar dugaan. Kalau telat, kita jadi terburu – buru dan tidak fokus tho. Pasti mikirnya check in dulu dan suka tidak cek bener – bener pesawat ada di terminal dan gate berapa sih..

Ketika Traveling

Do                                                                                                                                                      

Bawa Peta atau cek saja Google Map. Karena kadang tetap tidak jelas ketika menanyakan ke orang lokal. Walau usaha ini mungkin akan sia – sia bagi si “buta peta”. Kasian banget sih.. Saran: siapkan pulsa lebih untuk nelpon orang/temen yang tau arah, atau sebelum berangkat jalan di hari itu lo sudah nanya dan minta ditulis petunjuk/ ancer – ancer oleh receptionist atau sesama traveler di penginapan.

Tanya orang di penginapan, Cek web terkait arah kiblat atau cek Aplikasi HP terkait arah kiblat dan waktu shalat. Untuk yang muslim. Untuk tempat ibadah, baik muslim, yang Kristen, Budha, Hindu atau beragama lainnya juga bisa cek di internet tempat ibadah.

Catat di buku notes, kertas (asal jangan hilang) ,HP rekam suara atau foto aja di hp sebagai record kalau malas nyatet. Pinter ya sayah, efektif dan efisien kecuali kalau batere habis.. hihi..

Waktu Pulang

Do

Periksa check list barang – barang yang dibawa. Setelah belanja ini – itu sehingga barang yang dibawa pulang jadi banyak, biasanya lupa barang – barang yang kita bawa diawal trip apa saja.

 Don’t

Return to your inn/hotel too late. Karena tidak mau rugi, biasanya (apalagi yang masih.. darah muda.. darahnya para remaja.. dan backpacker stlye) punya jadwal aktivitas full sampai malam dan baru sampe penginapan larut malam or even pagi buta. Padahal penerbangan di pagi atau noon time. Watch out! Biasanya di hari – hari terakhir lo kecapean setelah beberapa hari hajar bleh itinerarinya padet bener.Nah.. malem terakhir pingsan deh..  bangun – bangun panik lalu..

Buru – buru berbenah/packing. Sialan, bisa telat ke airport nih. Anjrit anjrit anjrit.. Lalu.. baru sadar ketinggalan barang/parfum favorit/belanjaan/oleh – oleh tapi dah gak bisa balik lagi .. damn, sialnya.. hikss…

Salah bandara. Yes, sampai bandara walau mepet waktunya, masih bisa kekejar. Ngecek Layar pengumuman penerbangan arrival and departure..lho? kok  gak ada? Hati berdegup kencang.. telat kah…cek itinerary… jiaah…bandara Tokyo yang satu lagi..bukan Narita tapi Haneda.. Aaarghh…

Di luar negeri, jamak satu kota memiliki lebih dari 1 bandar udara. Ini yang harus diperhatikan baik – baik terutama sewaktu pulang sehingga bsia memprediksi biaya transport ke sana dan waktu tempuh. Berangkatnya juga sih.  By the way, kalau di Indonesia, contoh adalah naik Batik Air, cek.. berangkat dari Halim Perdanakusumah atau Cengkareng.. Salah bandara, gak jadi liburan malah mewek. Hu…hu…

Bring too much bags/ tentengan. Koper/ Backpack sudah. Nah demi bisa bawa banyak barang ya, manfaatin max tas yang bisa ditenteng – dipenuh – penuhin (biasanya 7/8 kg), Kresek plastik isi beberapa barang, shopping bag dari duty free shop, printilan taruh di saku baju dan saku – saku celana cargo serta tas pinggang. Oh God..That’s a good idea but don’t over do it. You might look like someone who wants to smuggle .. hmm

Langsung keluar dari bis damri/taxi/uber. Check dulu bangku, lantai tempat duduk kita dan wilayah sekitar. Mungkin kita lupa, tas pinggang berisi uang kertas dollar dan paspor serta dompet dilepas karena gerah lalu terjatuh dari kursi. Biasanya begitu mau sampai tujuan/ rumah, kita buru – buru turun dan.. baru sadar ada yang ketinggalan beberapa saat kemudian..oh…

-Fin – 

Posted in Tips, Traveling | Tagged , , , | Leave a comment